Mengapa kenyataan ini tak sesuai dengan yang diinginkan?
Jalan hidup yang telah dibangun dan direncanakan demi pencapaian mimpi dan tujuan, akhirnya terhenti di bukan di tempat yang diinginkan.
Jawaban sesungguhnya dari perjalanan hidup ini bukan berada pada diri kita sendiri. Kita boleh bermimpi dan melakukan proses demi menggapai mimpi itu. Namun bila mimpi itu tak tercapai, janganlah sedih atau resah. Renungkanlah kata-kata di bawah ini dengan bijaksana dan jujur.
Orang-orang sering berkata, “Banyak jalan menuju Roma”. Ya! Banyak jalan menuju Roma. Ada yang singkat, ada pula yang berliku-liku. Dalam perjalanan ke sana, belum tentu kita langsung tiba di sana. Ada yang singgah di beberapa kota ataupun desa selama perjalanan. Mungkin saja kita hanya singgah sesaat untuk melanjutkan lagi perjalanan ke tujuan yang sesungguhnya. Seperti seseorang yang kuliah ekonomi dan bercita-cita menjadi seorang direktur yang handal. Ternyata setelah lulus dia hanya menjadi sopir perusahaan. Mungkin saja itu hanya persinggahan sementara. Mungkin saja seorang atasan melihat kemampuan tersendiri dari dirinya, kemudian menariknya menjadi pegawai. Mungkin saja setelah itu dia naik pangkat jadi manajer. Mungkin saja dia naik pangkat jadi direktur.
Tuhan memberikan cobaan kepada orang yang dipilihnya dan orang yang mampu menghadapinya. Jadi, jika kita mendapatkan suatu kesukaran, kesulitan dan kesedihan, semua itu adalah pertanda bahwa tuhan menguji kita. Bukan karena dibenci atau karena murka kepada kita. Kita tahu bahwa ujian itu adalah syarat untuk menempuh tingkatan yang lebih tinggi lagi. Oleh karena itu, kita janganlah sedih bila diuji. Tetapi percayalah bahwa ujian itu adalah sebuah pintu yang harus dilewati, untuk mendapatkan sesuatu yang lebih tinggi nilainya.
Segala sesuatu di dunia ini, memiliki tingkat kepantasan untuk dimiliki. Mungkin saja keinginan kita tertunda karena kita memang belum pantas untuk mendapatkannya. Lalu bagaimanakah cara mengetahui kepantasan kita? Jawabannya adalah pada pandangan orang lain. Jika kebanyakan orang mengatakan kita belum pantas, maka kita belum pantas meskipun kita telah yakin pantas mendapatkannya. Lalu bagaimanakah membuat orang banyak mengatakan kita pantas mendapatkannya? Jawabannya adalah tunjukkan pada mereka proses yang kita lakukan untuk mendapatkannya. Contohnya, seseorang artis terkenal dan sering masuk TV menyatakan ingin menjadi calon Presiden. Di saat yang sama, seorang aktivis tidak terkenal namun ia selalu ada di tengah rakyat dan mengemukakan ide-ide tentang pembangunan, bekerja keras dan berjiwa sosial tinggi. Maka orang-orang akan cenderung memantaskan orang kedua sebagai calon Presiden yang pantas.
Dalam perjalanan menuju tujuan kita, kita sering melupakan tujuan utama kita di dunia ini. Tujuan utama kita di dunia ini adalah beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pembelokkan target dari tujuan kita tentu saja sangat mudah dilakukan oleh Nya. Hal ini mungkin saja dilakukan oleh Nya untuk menyadarkan kita tentang tujuan utama hidup ini. Untuk itu, dalam menjalani proses pencapaian mimpi kita. Janganlah lupa menyertakannya dengan kewajiban utama kita. (^o^)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar