Kunci jawaban tak hanya ada dalam buku. Setiap persoalan memiliki kunci jawabannya sendiri. Dari sudut pandang perspektif, secara individualis kita mampu memecah dan mengurai suatu soal dalam bab-bab dan sub bab tertentu sehingga menjadi soal yg minimalis. Sangat mudah menemukan kunci jawaban diantara pilihan yang ada. Namun bila pilihan yang ada juga kan menimbulkan dilema.
Pilihan bukanlah tuk dipilih, melainkan untuk direnungkan. Jika para pendahulu kita telah sukses dengan dilemanya, mengapa kita tidak?
Dalam sebuah proses menemukan jawaban yang hakiki. Perlulah kita membuka nurani kita dan jangan hanya berpegang pada intuisi semata.
Bak sebuah drama, sang narator dan penulis skenariolah sang pemegang kunci jawaban. Dan dalam drama kehidupan ini, tuhan memberikan kita topeng tuk dibuka kelak. Hanya Dialah pemegang kunci jawaban yang sejati.
Manusia sering berargumen dan mendeskripsikan suatu problema simpel menjadi dilema yang rumit. Seakan terperangkap dalam sebuah labirin yang gulita ditemani sebuah pelita. Manusia kan panik seiring cahaya pelita yang meredup.
Sebuah rotasi perlu dilakukan bahkan pemikiran revolusioner pun perlu diangkat. Persoalan hidupmu yang menjadi trafik yg memampetkan sanubarimu kan sirna bila kita melihat dengan cara yang berbeda.
Selesaikanlah persoalan dengan tingkat prioritas tinggi yang membanggakan dan membahagiakan kehidupan sosial. Privasi adalah salah satu pilihan kunci yang menghambatmu dalam berkreasi...
Mungkin sebuah eksperimen dirasa perlu dilakukan secara berkala atau berkesinambungan. Agar tercipta harmoni yang indah dalam derap langkah yang tlah terlewati.
Nah, Kunci jawaban memang ada 1. Namun sangatlah menarik jika kita menemukan jawaban dengan cara lainnya...
^o^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar